Tujuan Wisata Paling Dicari Usai Pandemi Covid-19

Tujuan Wisata Paling Dicari Usai Pandemi Covid-19

Tujuan Wisata Paling Dicari Usai Pandemi Covid-19

Tujuan Wisata Paling Dicari Usai Pandemi Covid-19, – Saat ini kita memang sedang lebih banyak berada di rumah. Berwisata atau traveling ke luar negeri masih sulit kita lakukan karena pandemi corona Covid-19 belum juga reda.

Namun begitu pandemi berakhir, diyakini banyak orang akan mencari tujuan sempurna guna berwisata melepas penat setelah selesainya masa lockdown atau karantina wilayah. Berbagai lokasi dipilih, mulai dari wisata dalam negeri hingga mancanegara.

Dilansir dari laman http://utowndc.com, Official-esta.com baru-baru ini menggunakan alat Google Keyword Planner untuk menemukan negara-negara yang paling dinantikan banyak orang untuk bepergian liburan atau berwisata usai pandemi. Mereka menggunakan istilah seperti “Penerbangan ke Tujuan X” dan “Liburan di Tujuan X”.

Berikut negara atau destinasi yang paling diminati menjelang sepertiga akhir 2020. Apakah Indonesia termasuk dalam daftar?

Kanada

Kanada terus menutup pembatasannya untuk wisatawan AS. Namun, keputusan tersebut sepertinya tidak berdampak negatif pada minat di negara Amerika Utara, yang menempati peringkat keenam dengan lebih dari 1,5 juta tepatnya 1.509.480 pencarian global tahunan.

Maladewa

Maladewa membuka kembali perbatasannya untuk perjalanan lintas negara pada 15 Juli 2020. Hal itu tentu sangat menyenangkan bagi para wisatawan yang bersemangat dan berharap untuk kembali ke pantai-pantai kelas dunia di negara pulau Asia Selatan serta bungalow di atas air yang menakjubkan.

Jepang

Meski ada pembatasan perjalanan yang ketat, Jepang terus menjadi perhatian para wisatawan di seluruh dunia, dengan 1.257.360 pencarian global tahunan. Negara ini seharusnya ramai di musim panas ini sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 tapi kemudian diundur tahun depan.

Dampaknya, Jepang justru melaporkan hanya 3.800 pengunjung pada Juli lalu, menandai penurunan sebesar 99,9 persen untuk bulan keempat berturut-turut di tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Thailand

Thailand selalu menjadi favorit di kalangan para wisatawan internasional, tapi negara di Asia Tenggara ini telah ditutup untuk wisatawan asing musim panas ini, di tengah kekhawatiran bahwa itu bisa tetap ditutup hingga sisa tahun ini.

Untungnya, para pejabat setempat telah mempertimbangkan program kesehatan dan keselamatan yang dapat mengizinkan pembukaan kembali segera setelah Oktober mendatang.

Italia

Italia termasuk negara yang paling terpukul oleh krisis corona Covid-19. Namun negara di Eropa ini tetap memikat seperti biasanya. Berdasarkan data pencarian Google, Italia mengumpulkan hampir 2 juta pencarian global tahunan tepatnya 1.939.440, yang terhitung 140.000 lebih tinggi dari Maladewa yang menempati peringkat kedua.

Spanyol

Salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di dunia dalam hal wisatawan internasional, Spanyol tetap menjadi tempat yang didambakan. Negara di Eropa ini memperoleh lebih dari 1,5 juta pencarian global tahunan yaitu 1.525.560, menurut data Volume Penelusuran Google.

Yunani

Yunani termasuk salah satu negara pertama yang membuka kembali untuk wisatawan asing musim panas ini.

Turki

Turki membuka kembali pembatasannya untuk wisatawan di musim panas ini, sebuah keputusan yang kemungkinan telah meningkatkan minat di negara lintas benua tersebut. Negara yang paling banyak dicari dengan 1.459.920 pencarian global tahunan, berdasarkan data yang ditarik dari Agustus 2020.

Meksiko

Meksiko masih menjadi salah satu tujuan wisata internasional yang paling mudah diakses bagi orang Amerika Serikat pada masa Covid-19, dengan kawasan wisata populer seperti Los Cabos dan Riviera Maya telah terbuka untuk wisatawan AS selama berbulan-bulan.

Banyak pantai yang indah di negara ini. Dengan 1.722.360 pencarian Meksiko per tahun cukup baik untuk ketiga terbanyak di dunia.

Australia

Banyak wisatawan yang ternyata tidak sabar untuk mengunjungi Down Under, julukan Australia. Dengan 1.174.920 pencarian global tahunan. Meski begitu, negara ini belum sepenuhnya membuka kembali pariwisata.

Comments are closed.